Bauran Pemasaran (Place)
Place (Bauran Lokasi dan Distribusi)
1. Konsep lokasi dalam bauran pemasaran
Place atau lokasi, konsep ini berfokus pada tempat atau lokasi di mana perusahaan berdiri.
2. Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran :
A. Daerah kinerja yang dekat dengan lokasi pasar.
B. Dekat dengan lokasi perumahan
C. Dekat dengan kawasan industri dan pabrik
D. Dekat dengan perkantoran
E. Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di lokasi usaha.
3. Persyaratan legislasi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran
Persyaratan legislatif K3 terkait dengan penggunaan bahan kimia tertentu dan proses di tempat kerja, peraturan perundang-undangan tentang privasi atau kode etik, persamaan pekerja dengan kebutuhan tertentu.
4. Konsep dan kegunaan saluran distribusi
Bauran pemasaran selain produk yaitu place atau tempat, lokasi dekat dan jauh mempengaruhi biaya produksi, saluran distribusi merupakan suatu gabungan penjualan dan pembelian yang bekerja sama memproses, menggerakkan produk dan jasa dari produsen ke konsumen. Fungsi saluran distribusi yaitu sebagai alat untuk memperlancar keuangan perusahaan uang tunai cepat masuk jika menggunakan saluran distribusi dibanding dengan perusahaan menjual sendiri produknya, Sebagai alat komunikasi Perusahaan banyak memperoleh masukan atau informasi, dan sebagai alat bantu penjualan atau promosi.
5. Tipe - tipe distribusi
Distribusi berganda adalah penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani beberapa segmen pelanggan dengan tujuan untuk memperoleh akses yang optimal pada setiap segmen. Ada 2 jenis penggunaan distribusi berganda, yaitu :
A. Saluran komplementer, yaitu jika masing-masing saluran menjual produk yang tidak saling berhubungan. Tujuannya adalah untuk mencapai segmen pasar yang tidak dapat dicapai oleh saluran distribusi perusahaan yang ada sekarang.
B. Saluran kompetitif, yaitu apabila produk yang sama dijual melalui dua saluran yang berbeda tetapi antara yang satu dengan yang lain terjadi persaingan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan penjualan.
Contoh sederhana tipe - tipe distribusi adalah produsen - konsumen, produsen - retailer - konsumen, dan Produsen – whole seller – retailer – konsumen.
6. Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi
Pengendalian saluran distribusi adalah usaha untuk menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan secara terpusat ke arah pencapaian tujuan bersama. Kriteria yang dapat digunakan dalam evaluasi saluran yaitu :
a. Biaya distribusi Informasi yang dibutuhkan adalah klasifikasi biaya utama dan sub biaya utama.
b. Cakupan pasar
c. Layanan pelanggan
d. Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran.
e. Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru dan kerjasama mereka dalam promosi produk.
Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan saluran pemasaran yaitu:
A. Vertikal Marketing Sytem (VMS), adalah jaringan yang dikelola secara terpusat dan profesional yang sejenak awal didesain untuk mencapai penghematan dalam operasi dan hasil pemasaran yang maksimal.
B. Horizontal Marketing System merupakan jaringan yang terbentuk bila beberapa perusahaan perantara yang tidak berkaitan menggabungkan sumberdaya dan program pemasarannya untuk memanfatkan peluang pasar yang ada, yang dalam hal ini mereka berada di bawah satu manajemen.
7. Manajemen konflik dalam saluran distribusi
Konflik dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu :
A. Konflik horizontal merupakan konflik antara perantara yang menjual barang sejenis. Sumber konflik biasanya karena ada perantara yang memperluas lini produknya dengan lini baru dan tidak tradisional.
B. Konflik vertikal merupakan yang terjadi antara anggota saluran distribusi dan terdiri dari konflik antara produsen dan pedagang grosir. Penyebab konflik ini biasanya adalah ketidaksamaan tujuan, hak dan peranan yang tidak jelas, perbedaan persepsi dan besarnya ketergantungan perantara kepada produsen.
Pengelolaan dan Penanganan Konflik Untuk mengelola dan menangani konflik dalam saluran pemasaran dapat diterapkan beberapa cara sebagai berikut:
> Bargaining, yaitu salah satu anggota saluran berinisiatif sendiri dalam proses tawar menawar, dimana ia bersedia mengalah, dengan harapan pihak lain juga melakukan hal yang sama.
> Boundary, yaitu menangani konflik dengan diplomasi, dimana kedua belah pihak mengirim wakil –wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang terjadi.
> Interpenetration, yaitu pemecahan konflik dengan interaksi informal yang sering dengan melibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan masing-masing.
> Superorganizational, yaitu menggunakan pihak ketiga yang netral untuk menangani konflik.
> Superordinate goal, yaitu para anggota saluran yang terlibat konflik menetapkan tujuan bersama.
> Exchange of person, yaitu masing –masing pihak yang berkonflik saling bertukar personil.
> Cooptation, yaitu menggunakan pemimpin organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasehat atau dewan direktur untuk didengar pendapatnya dalam penyelesaian konflik.
Komentar
Posting Komentar